Untuk civitas akademika STEI SEBI dan warga sekitar. Menerima re-seller dan pemesanan dalam partai kecil maupun besar
“… dan tidurlah, karena tubuhmu punya hak atasmu, matamu punya hak, isterimu punya hak …” (HR Bukhari)
Potongan hadist yang saya kutip ini menjadi sebuah pengingat bagi saya akan pentingnya keseimbangan dan penjagaan terhadap hak-hak tubuh. Tubuh ini Allah amanahkan kepada kita dalam keadaan baik dan sehat, tetapi kadang kita lalai menjaga amanah Allah ini dengan baik. Masih sering kita sepelekan nikmat sehat yang Allah berikan, dan baru sadar ketika nikmat tersebut di cabut, astaghfirullah.
Dua hari ini saya iseng untuk mengkontak beberapa teman seperjuangan saya di Padmanaba, sudah lama rasanya tidak bersua dengan mereka baik di dunia nyata maupun dunia maya
Setahu saya, sebagian besar teman-teman saya sudah sangat sibuk dengan berbagai kegiatan mereka yang penuh prestasi, jadi terpikir, selama ini saya ngapain aja ya? hehe. Ada rasa kangen ketika hampir setahun lebih tidak bersua, bahkan ada yang hampir 4 semester belum tahu kabarnya. Dan apa yang saya rasakan sungguh menggugah semangat untuk berprestasi kembali
Seperti biasa, Tim Teratai Keluarga Muslim Alumni Padmanaba selalu membroadcast sms tausiyah, ada satu sms yang cukup menarik untuk dipahami dan direnungkan, bahwa kita tidak boleh terus-menerus berada dalam kesedihan
Seorang pria bijak memasuki sebuah kafe dan menceritakan sebuah lelucon, semua orang dalam kafe itu tertawa. Beberapa saat kemudian, pria itu mengulangi leluconnya, namun tidak ada yang tertawa. Pria ini pun tersenyum lebar, sambil berkata, “Bila kamu tidak bisa tertawa berulang-ulang pada lelucon yang sama, lalu mengapa kamu terus menangis berulang-ulang pada masalah yang sama?” Kesusahan hari ini cukuplah untuk hari ini, Laa tahzan, innallaha ma’ana
![]()
Well, kembali menulis lagi, hehe
Masih di tengah-tengah kesibukan perkuliahan dan memulai bisnis kecil yang insya Allah akan berkembang, amin.
Suatu hari teman saya memposting sesuatu di sebuah grup facebook, intinya begini, “buat apa ngomongin ukhuwah sana-sini, tapi teman seangkatan saja tidak kenal ..” wew! Saya agak kaget membaca postingan yang hanya saya kutip sedikit tersebut. Selama hampir 4 semester bersama dalam dunia perkuliahan, masih ada yang tidak kenal teman seangkatannya, hmm. Apalagi angkatan saya di SEBI hanya sekitar 120an orang, dimana letak salahnya?


Recent Comments